Blog

Kerokan: apa itu, kenapa merah, dan kapan sebaiknya gak kerokan

· 1 menit baca

Terapis pria Tinggal Panggil mengerok punggung pelanggan pria yang duduk di bangku
Foto ilustrasi.

Kerokan adalah cara tradisional yang udah turun-temurun di Indonesia. Kulit, biasanya di punggung, leher, dan bahu, digosok berulang pakai koin atau alat tumpul yang dilumuri minyak atau balsem. Banyak orang kerokan waktu badan terasa pegal dan gak enak.

Kenapa kulitnya jadi merah

Garis merah setelah kerokan muncul karena gosokan itu bikin pembuluh darah kecil di bawah kulit pecah. Bekasnya biasanya pudar sendiri dalam beberapa hari. Warnanya bukan tanda seberapa parah pegal kamu.

Yang dirasakan setelah kerokan

Banyak orang bilang badan terasa hangat dan lebih lega setelah kerokan. Tapi kerokan bukan obat. Kalau kamu demam tinggi, sesak, nyeri dada, atau sakit yang gak membaik, periksa ke dokter, jangan cuma kerokan.

Kapan sebaiknya gak kerokan

  • Kulit di area itu lagi luka, iritasi, atau ada ruam
  • Kamu lagi minum obat pengencer darah atau gampang memar
  • Kamu lagi dalam pengobatan dokter: tanya dokter kamu dulu

Kerokan di Tinggal Panggil

Di Tinggal Panggil, kerokan datang bareng pijat seluruh badan: Full Body Massage + Kerok, 120 menit, Rp260.000. Terapisnya sesuai gender kamu, dan datang ke rumah kamu.

Pegal? Tinggal panggil

Pilih treatment dan jam di form booking. Terapis terdekat datang ke rumah kamu.

Artikel lain